Kabupaten Merauke

Kabupaten Merauke terletak paling timur di wilayah nusantara dan merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Papua yang berbatasan langsung dengan Negara Papua New Guinea. Letak geografis Kabupaten Merauke antara 137 30′ 141 00 BT dan 6 00 9 00 LS, dengan luas wilayah 46.791,63 Km2. Sebelah Utara Kabupaten Merauke berbatasan dengan Kabupaten Boven Digoel dan Kabupaten Mappi, sebelah Timur berbatasan dengan Negara Papua New Gunea, sebelah Selatan dan Barat berbatasan dengan Laut Arafura.

Kabupaten Merauke terdiri atas 20 Distrik, yaitu Merauke, Naunkenjerai, Sota, Tanah Miring, Jagebob, Elikobel, Ulilin, Muting, Animha, Kuprik, Semangga, Malind, Okaba, Kaptel, Ngguti, Tubang, Ilwayab, Kimaam, Tabonji, dan Waan. Dengan jumlah kampung dan kelurahan masing-masing 179 kampung dan 11 kelurahan.

TRANSPORTASI

Kota Merauke sebagai ibukota Kabupaten, dapat dijangkau melalui jalur transportasi laut dan udara. Untuk menunjang transportasi laut terutama untuk daerah pedalaman, Kabupaten Merauke saat ini memiliki lima buah kapal yaitu KM Muli Anim (kapal kontainer), KM Maroka Ehe (kapal penumpang), KM Yelmasu (Kapal barang), KM Lady Mariana (Kapal Tanker), dan KM Yelmasu II (kapal barang).

PERTANIAN

Kesesuaian lahan untuk pertanian tanaman pangan di Kabupaten Merauke 2.491.821,99 hektar, dimana sebagian besar dapat diperuntukkan bagi tanaman padi (sawah), sehingga memungkinkan Kabupaten Merauke menjadi salah satu lumbung pangan Provinsi Papua. Komoditi unggulan dari sektor perkebunan antara lain kelapa, kelapa sawit, kapas, tebu, karet dan jambu mete.

2.491.821,99 hectar lahan di kabupaten sangat potensial untuk dikembangkan sebagai lahan partanian terutama tamanan pangan (padi). Produksi beras di Merauke diharapkan menyokong kebutuhan pangan di Provinsi Papua. Selain tamanan pangan, Merauke juga terus mengembangkan sektor perkebunan dengan komoditas kelapa, kelapa sawit, kapas, tebu, karet dan jambu mete.

Kabupaten Merauke mempunyai luas lahan hutan 4.461.166,92 Ha yang kaya dengan hasil kayu dan hasil hutan. Komoditi unggulan perhutanan Kabupaten Merauke terdiri dari: hasil hutan kayu meliputi kayu rahai, kayu bus, kayu wangi & hasil hutan bukan kayu meliputi kulit gambir, masoi, rotan, benih rahai dan benih kayu bus.

PETERNAKAN

Luas wilayah dan kondisi lahan di Kabupaten Merauke sangatlah memungkinkan untuk pengembangan sektor peternakan. Potensi pengembangan 576.588 ha lahan, daya dukung lahan 342.872 ST, prospek pengembangan ternak 329.723 ST, Populasi ternak sapi 10.396 ST dan Populasi ternak besar 13.149 ST. Potensi pengembangan terdapat pada lahan-lahan potensial di sepanjang Sungai Maro, Sungai Bian dan Pulau Kimaam yang didukung dengan ketersediaan vegetasi pakan ternak dalam bentuk padang rumput. Demikian pula tanaman pangan sebagai penghasil limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak rata-rata 18.000 – 20.000 Ha/tahun.

PERIKANAN

Kabupaten ini juga memiliki potensi yang sangat besar pada sektor perikanan. Dengan panjang pantai lebih dari 846,36 km, luas perairan laut lebih dari 6.269,86 km2 menghasilkan potensi lestari 232.500 ton/tahun. Sektor perikanan dapat berkembang dengan baik karena didukung oleh fasilitas Tempat Pendaratan Ikan, Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS), Sistem Rantai Pendingin dan Kedai Pesisir. Untuk potensi budidaya, masih tersedia areal tambak seluas lebih dari 34.958 Ha pada Distrik Kurik, Okaba, Kimaam dan Merauke. Masih tersedia pula areal kolam seluas 23.711 Ha pada Distrik Semangga, Jagebob, Tanah Miring Sota, Eligobel, Ulilin, dan Muting. Komoditas perikanan yang menjadi unggulan diantaranya udang galah, kakap, kepiting, arwana, hingga udang hias.

PARIWISATA

Kabupaten ini juga memiliki potensi yang menjadikannya salah satu tujuan wisata. Beberapa lokasi wisata yang ada di kabupaten ini antara lain Taman Nasional Wasur dengan luas 412.387 Ha, Pantai Lampu Satu yang hanya berjarak 2 km dari pusat Kota Merauke, Tugu Pepera yang merupakan simbol perjuangan rakyat Merauke, dan Tugu Sabang-Merauke yang berlokasi di tapal batas negara Republik Indonesia dengan Negara Papua New Guinea.

KENDALA

  • Wilayah yang luas dan sebaran distrik yang terpencar
  • Transportasi untuk mencapai distrik-distrik untuk pengambilan sample tergolong sulit
  • Tidak semua wilayah dialiri listrik